Selasa, 24 Juli 2012

Dear My Family

Mak,,,
terimakasih terimakasih terimakasih terimakasih terimakasih terimakasih,,,,
seribu kali ucapan terimakasih seakan tak cukup untuk membalas segala pengorbanan dan kasig sayang yang engkau berikan, aku hanya secuil darah yang kau emban dalam kandungan, kau lahirkan dengan penuh pengorbanan, kau rawat aku hingga aku kini menjadi sosok gadis remaja yang takkurans suatu apapun.
maaf...maaf...maaf,....maaf..
seribu kata maaf juga tak kan mampu menebus kesalahan ku terhadapmu,
kenakalanku, sering merepotkan engkau, bahkan mungkin ku pernah menyakiti hatimu..
maaf mak..
hanya kata itu yang bisa aku ucapkan untukmu,,
maaf jika hingga umur 20 tahun ini aku tak mampu membuat engkau bangga,
aku tak seperti anak kebanggaan orang tua yang lain, yang mampu memperoleh berbagai penghargaan dari bakat dan kepandaian merekan, bahkan haya untuk memperoleh gelar anak pandai yang memiliki rangking di kelas saya aku tak bisa, entah karena aku memang benar - benar tak mampu ataukah hanya karena kelalaianku menuruti nasehatmu untuk banyak belajar . . . .
maaf,,,, kata itu lagi yang bisa aku ucapkan, karena sampai kini aku tak bisa memberikan sepeser uang hasil jerih payahku sendiri bakal seratus rupiahpun kepadamu.
aku hanya bisa mengeluh ketika lelah membantu sedikit pekerjaan yang engkau emban
aku hanya mampu memita ketika menginginkan sesuatu,
aku merasa hanya mampu merepotkanmu membuat sakit hatimu mungkin
aku hanya mampu mengeluh ketika aku merasa engkau tak mempedulikanku, menyalahkanmu ketika aku merasa dunia tak lagi berpihak padaku.
aku tahu betapa sesungguhnya engkau sangat mengasihiku
aku berharap suatu hari nanti aku bisa membuatmu bangga, meski entah kapan hal itu dapat aku lakukan
karena hingga saat ini aku merasa masih menjalani hidup kekanak - kanakan,
bukan karena aku tak sadar akan pengorbanan keluarga yang begitu besar untuk membuat aku bahagia,
namun entahlah,,,,, akupun tak tahu mengapa aku menjadi seperti ini??
selagi teman - teman sebayaku telah bekerja untuk membalas pengorbanan keluarga, aku masih saja tak bergeming, masih merepotkan semuanya..
itu benatr -benar karena keegoisanku, aku juga berpikitr untuk membalas semua itu..
aku berharap engkau sabar menunggu hingga saat inu tiba
saat di mana aku benar - benar mampu berdiri tegak tanpa harus engkau topang,
bersabarlah menunggu mak.....
aku sedang berusaha meyakinkan hatiku, bahwa saat itu akan segera tiba...

Bapak,,,
saat kecil aku mengenalmu sebagai orang kasar, bahkan mungkin kurang bertanggung jawab
 kini aku tahu engkau tak seburuk itu, engkau tak seperti anggapanku
trimakasih atas esmua pengorbanan dan usahamu menghidupi kami (limaorang anak perempuan), membimbing kami hingga kini semua dewasa.
karena aku tahu betapa berat beban rang tua ubtuk melindungi dan menjaga anak perempuanya dari kejamnya keburukan dunia,
engkau telah berhasil bapak,, engkau berhasil mendidik kami dengan baik
meski saat ini engkau merasa anak - anakmu belum memaafkanmu atas kesalahan kecil yang engkaulakukan, namun yakinlah pengorbanan besar yang telah engkau lakukan selama hidupmu tak kan pernah terbuang sia - sia,suatu hari nanti kakak - kakakku pasti sadar betapa lebih besar pengorbananmu dibandingkan kesalahan itu.
aku tahu engkau tak pernah merasa menyesal ata s semua pengorbanan itu,
karena itu jangan pernah merasa kami tak menganggapmu, kami menganak tirikanmu dari ibu.
itu tak akan pernah terjadi, meski aku tak tahu apa yang tersembunyi dari hati kakak2ku namun aku yakin mereka masih meyangaimu seperti dulu.
tegarlah bapak,,, tetaplah menjadi lelaki perkasa dalamkehidupan kami,,
tunggu dan bersabarlah untuk menyambut aku memberikan secuil kebahagiaan untukmu,
itu mohon  untuk menunggu saat itu tiba,,,,,,

Mbak Rin,,
maaf telah benar benar membebanimu, maaf mungkin telah merusak rencana kehidupanmu.
jerih payahmu tak akan pernah aku lupakan, keringat itu akan kubayar, aku hanya ingin kau bersabarlah menunggu.
terimakasih ini benar - benar tak cukup untuuk membalas pengorbanan besar yang engkau lakukan,
meski kini engkau merasa sedikit sia - sia melakukan pengorbanan itu untukku. aku mohon teruslah percaya bahwa aku mampu membalas semua itu, meski aku tahu engkau tak butuh balasan dariku, engkau hanya ingin melihat aku menjadi orang berguna dan menjalani hidup yang lebih baik dari saat ini dan mempu membahagiakan dan membanggakan mak.e...
aku selalu berdoa untukmu di sana, semoga Alla selalu melindungimu dari hal - hal yang membuat engkau tak bahagia.
demi Allah jangan lagi engkau korbankan dirimu untuk kebahagiaanku,
hiduplah dengan indah...
hingga aku mampu menambahkan keindahan dalam warna hidupmu kakak...
ribuan trimakasih dan cium sayang untukmu,,